Khamis, Mac 03, 2011

Kota

aku tahu kota mu bersalju
aku tahu tasik mu membiru
aku tahu sibuk kota mu menderu
aku tahu asyik kota mu berlagu
aku tahu indah kota mu terpaku

percayalah
kota mu keliru
kota mu bernafsu
kota mu membatu

aku senang di sini
teratak tua faham bicara
hijau dedaun menyapa muka
sejuk sungai menusuk rasa
kabus lereng tersukma jiwa

aku megah di sini
darah ku tertumpah
jiwa merdeka menggagah
walau hujan batu datang terarah
hujan emas takkan ku sembah

~ amri abd rani ~

10 pemurah tinta:

Cheqna berkata...

Assalamualaikum Pakwi,

seronok merantau kota2 luar untuk melihat keindahan yang Allah ciptakan..tp bersyukur Alhamdulillah dilahirkan di sini.

:-)

Ai Ni.. berkata...

owh..suka ni sgt3..^_~

ctpayong berkata...

kota indah itu sementara
sementara melayan duka lara
fana binasa cinta
kononnya kecewa.

tetap hujan batu di hati
walau demi rezeki
berpeluh berdaki.


@tersadar dari lena.

toyolkiut berkata...

mmg betul tu pakwi..
megahnya kota2 dunia, x setanding tanah tumpah darah kita..

Farihah Ahmad berkata...

"jiwa merdeka" sgt refreshing :)

CIK TOM berkata...

hujan emas di negeri org..hujan batu di negeri sendiri...

apa2 duk kat negeri sendiri gak best..huhu...

mana ada blog top...masih biasa2 je pak wi...

kiwi berkata...

mesia lg best..x de bencana alam..ad pn bnjir..huhu

r-5 berkata...

kota dibingkis noda,
dihantui nafsu rakasa mausia,
kian tamak haloba,
mengejar harta dunia,

panas aku merasa,
benci menyapa,
rosak dan punah kota,
adab tersepak hina,

manusia?
terus-menerus alpa,
tenggelam dalam hilai tawa,
dibajiri mewah harta.

Seri Bahasa berkata...

tak ada siapa nak lupakan kampung halaman...biar indah tempat orang...tempat sendiri selalu dalam kenangan.

Mutalib attholib berkata...

Tanah ini, walau bagaimanapun ia, tetap berdaulat di hati-hati pujangga kedamaian... Salam perkenalan tuan amri!

Related Posts with Thumbnails
Kepunyaan amrirani. Dikuasakan oleh Blogger.